Dosen PMA : Khiki Purnawati Kasim, SST, M.Kes
Mata Kuliah : Peyehatan Makana Dan Minuman-A

PEMERIKSAAN BORAKS PADA BAKSO
MENGGUNAKAN METODE KUANTITATIF




ANASTASYA RESTU PRATIWI
PO714221181.053
DIV-2B

POLTEKKES KEMENKES MAKASSAR
JURUSAN SANITASI LINGKUNGAN DIV

1.DASAR TEORI
Boraks adalah senyawa kimia yang mempunyai sifat dapat mengembangkan, memberi efek kenyal serta membunuh narkoba. Boraks sering digunakan oleh produsen untuk dijadikan zat tambahan makanan (ZTM) pada bakso, tahu, mie, bihun, kerupuk maupun lontong.
Boraks atau dalam nama ilmiahnya di kenal sebagai sodium tetraborte dechydrate merupakan bahan pengawet yang di kenal masyarakat awam untuk mengawetkan kayu, antiseptik kayu dan pengontrol kecoa. Tampilan fisik borax adalah berbentuk serbuk kristal putih, jika larut kedalam air akan menjadi natrium hidroksida dan asam borat (H3BO3). Dengan demikian bahaya boraks identik dengan bahaya asam borat.
Senyawa-senyawa borax ini mempunyai sifat-sifat kimia sebagai berikut: jarak lebur sekita 171°c. Larutan dalam 18 bagian air dingin, 4 bagian air mendidih, 5 bagian gliserol 85%, dan tidak larut dalam eter.
2. TUJUAN
Untuk mengetahui cara kerja pemeriksaan boraks
Untuk mengetahui makanan mengandung boraks atau tidak
3.ALAT DAN BAHAN
Alat :
Tusuk gigi
Wadah
Bahan :
Kunyit
Bakso


4. PROSEDUR KERJA
Persiapkan alat dan bahan
Kemudian tancapkan tusuk gigi ke dalam kunyit basah atau rimpang kunyit
Diamkan beberapa menit
Setelah itu lepas tusuk gigi dari kunyit basah tersebut
Kemudian tusukkan kembali ke bakso, untuk mengetahui kandungan bahan makanan tersebut mengandung boraks atau tidak
Lalu amati tusuk gigi tersebut yang sudah ditusukkan ke bakso, apakah berubah warna aatau tiddak
5. HASIL
Dari hasil penelitian yang saya lakukan pada makanan jajanan  bakso tersebut mengandung bahan berbahaya yaitu boraks. Karena tusuk gigi uang sudah ditancapakan pada bakso tersebut berubah warna merah.
6. ANALISA HASIL
Dari analisa hasil praktikum yang telah dilakukan dirumah masing-masing, bahwa makanan yang telah dilakukan penelitian tersebut, makanan bakso mengandung kandungan boraks. Karena berubah warna menjadi merah pada ujung tusuk gigi tersebut.







7.DAFTAR PUSTAKA
Badan POM RI. 2004. Bahan Tambahan Ilegal - Boraks, Formalin dan Rhodamin B. http://www.pom.go.id/surv/events/foodwatch%201st%20edition.pdf. [11 Mei 2012]
Desrosier. W. Norman. 1988. Teknologi Pengawetan Pangan. Jakarta: Universitas
Indonesia.
Usmiati, suci. 2009. Bakso Sehat. http://pustaka.litbang.deptan.go.id/publikasi/wr316098.pdf. [11 Mei 2012]

Widyaningsih dan Murtini. 2006. Alternatif Pengganti Formalin pada Produk Pangan. Surabaya: Trubus Agrisarana.

Komentar

  1. Laporannya sangat bermanpaat dan mudah dipahami

    BalasHapus
  2. Mantap sangat membantu😊

    BalasHapus
  3. sangat bermanfaat dan mudah dipahami

    BalasHapus
  4. laporannya sangat jelas dan bahasa yg digunakan mudah dipahami

    BalasHapus
  5. Sangat bermanfaat bagi para pembacanya

    BalasHapus
  6. penlisan laporan yang bagus dan dapat di mengerti

    BalasHapus
  7. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  8. Sangat bermanfaat dan mudah dipahami👍

    BalasHapus
  9. Laporannya jelas dan mudah dimengerti

    BalasHapus
  10. Bagus untuk para pembaca nih..saran mungkin bisa tambahkan lampiran berupa gambar agar lebih jelas.

    BalasHapus
  11. Laporan yg sangat bermanfaat 👍

    BalasHapus
  12. Dasar teori tdk memuat info yg dibutuhkan terkait tujuan.
    Analisa terlalu singkat dan sama dgn hasil.
    Lengkapi dengan kesimpulan, saran dan dokumentasi.

    BalasHapus

Posting Komentar